Layanan Percetakan Kami

Hot Print

Hot print sering digunakan untuk mencetak pada bahan-bahan yang bisa dilelehkan, seperti plastik, kulit, kertas berlapis, atau kertas termal. Metode hot print dapat menghasilkan hasil cetakan yang tajam, berkilau, dan tahan lama, dan digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pada industri percetakan, packaging, dan pembuatan produk-produk seperti kartu nama, kartu identitas, dan produk-produk promosi.

Ada beberapa jenis hot print yang umum digunakan dalam industri pencetakan. Beberapa jenis hot print yang populer antara lain:

  1. Hot Foil Stamping: Hot foil stamping adalah metode hot print yang menggunakan foil metalik atau foil khusus yang meleleh pada bahan cetak. Dalam hot foil stamping, foil dipanaskan hingga meleleh dan kemudian ditekan pada bahan cetak, biasanya dengan bantuan platen panas atau silinder panas. Foil yang meleleh akan menempel pada bahan cetak dan membentuk gambar atau teks yang berkilau. Hot foil stamping umumnya digunakan pada bahan seperti kertas, karton, plastik, atau kulit, dan sering digunakan dalam pembuatan produk-produk mewah seperti undangan pernikahan, kemasan kosmetik, atau produk-produk promosi.

  2. Hot Embossing: Hot embossing adalah metode hot print yang menggunakan tekanan dan suhu tinggi untuk menghasilkan gambar atau teks yang timbul pada bahan cetak. Dalam hot embossing, sebuah pahatan atau cetakan dipanaskan hingga suhu tinggi dan kemudian ditekan pada bahan cetak. Bahan cetak akan meleleh dan mengikuti pola cetakan, menciptakan gambar atau teks yang timbul atau bertekstur pada bahan cetak. Hot embossing sering digunakan untuk mencetak logo, nama, atau gambar pada bahan seperti kertas, karton, atau kulit, dan sering digunakan dalam pembuatan produk seperti kartu nama, buku agenda, atau produk-produk promosi.

  3. Hot Transfer Printing: Hot transfer printing adalah metode hot print yang menggunakan transfer panas untuk mentransfer tinta dari carrier film ke bahan cetak. Dalam hot transfer printing, tinta yang tercetak pada carrier film dipanaskan hingga meleleh dan kemudian ditekan pada bahan cetak. Tinta yang meleleh akan menempel pada bahan cetak dan membentuk gambar atau teks yang diinginkan. Hot transfer printing umumnya digunakan untuk mencetak pada bahan seperti plastik, kertas berlapis, atau kertas termal, dan sering digunakan dalam industri packaging, label, atau produk-produk promosi.

  4. Hot Screen Printing: Hot screen printing adalah metode hot print yang menggunakan saringan atau stensil untuk mencetak tinta pada bahan cetak. Dalam hot screen printing, tinta dipanaskan hingga meleleh dan kemudian ditekan melalui saringan atau stensil yang dipanaskan pada bahan cetak. Tinta yang meleleh akan menempel pada bahan cetak dan membentuk gambar atau teks yang diinginkan. Hot screen printing sering digunakan pada bahan seperti kertas, karton, atau plastik, dan digunakan dalam berbagai aplikasi seperti percetakan grafis, packaging, atau produk-produk promosi.

Itulah beberapa jenis hot print yang umum digunakan dalam industri pencetakan. Setiap jenis hot print memiliki karakteristik dan aplikasi yang berbeda-beda, dan pemilihan jenis hot print yang sesuai tergantung pada jenis bahan cetak, hasil yang diinginkan, dan anggaran yang tersedia. Sebaiknya konsultasikan dengan Mandiri Print untuk mendapatkan hasil cetakan sesuai keinginan kamu.

Berikut adalah beberapa bahan yang umum digunakan dalam proses hot print:

  1. Foil: Foil adalah bahan yang paling umum digunakan dalam hot print. Foil biasanya terbuat dari logam, seperti aluminium atau tembaga, yang memiliki lapisan tahan panas pada salah satu sisi. Foil ini digunakan dalam hot foil stamping, di mana foil ditempatkan pada bahan cetak dan dipanaskan hingga meleleh, kemudian ditekan untuk mentransfer gambar atau teks pada bahan cetak.

  2. Tinta Hot Print: Tinta hot print adalah jenis tinta khusus yang dirancang untuk digunakan dalam proses hot print. Tinta hot print biasanya terbuat dari bahan-bahan yang tahan terhadap suhu tinggi dan memiliki daya lekat yang baik pada bahan cetak yang digunakan dalam hot print. Tinta hot print tersedia dalam berbagai warna, efek, dan tipe, tergantung pada jenis bahan cetak dan hasil yang diinginkan.

  3. Carrier Film: Carrier film adalah bahan film yang digunakan dalam hot transfer printing. Carrier film biasanya terbuat dari plastik dan memiliki lapisan tinta yang dapat dilelehkan pada salah satu sisinya. Tinta yang tercetak pada carrier film kemudian dipanaskan hingga meleleh dan ditekan pada bahan cetak untuk mentransfer gambar atau teks pada bahan cetak.

  4. Saringan atau Stensil: Saringan atau stensil adalah bahan yang digunakan dalam hot screen printing. Saringan atau stensil biasanya terbuat dari kain khusus atau material sintetis yang tahan terhadap suhu tinggi. Pola cetakan dihasilkan pada saringan atau stensil, dan tinta dipanaskan hingga meleleh dan ditekan melalui saringan atau stensil pada bahan cetak untuk mencetak gambar atau teks.

  5. Bahan Cetak: Bahan cetak adalah permukaan tempat gambar atau teks akan dicetak dalam proses hot print. Bahan cetak dapat berupa berbagai jenis, seperti kertas, karton, plastik, kulit, atau kertas termal, tergantung pada jenis hot print yang digunakan dan aplikasi yang diinginkan.

Selain bahan-bahan di atas, dalam beberapa jenis hot print mungkin juga digunakan bahan tambahan seperti perekat, pelembut, atau bahan pelapis lainnya untuk mengoptimalkan hasil cetakan. Penting untuk menggunakan bahan-bahan yang sesuai dengan jenis hot print yang digunakan dan mengikuti panduan produsen untuk memastikan hasil yang optimal dan aman dalam proses hot print.

Cold Print

Cold print adalah metode atau proses pencetakan yang tidak memerlukan pemanasan atau suhu tinggi untuk mencetak gambar atau teks pada bahan cetak. Cold print biasanya digunakan pada bahan-bahan yang sensitif terhadap panas atau tidak tahan terhadap suhu tinggi, seperti plastik tipis, kertas termal, atau bahan-bahan yang mudah terbakar.

Berikut adalah beberapa jenis cold print yang umum digunakan:

  1. Digital Printing: Digital printing adalah jenis cold print yang menggunakan teknologi pencetakan digital untuk mencetak gambar atau teks pada bahan cetak. Printer digital menggunakan tinta berbasis air atau tinta berbasis pelarut yang dapat langsung diaplikasikan pada bahan cetak tanpa memerlukan pemanasan. Digital printing umum digunakan untuk mencetak foto, poster, brosur, label, dan banyak lagi, baik untuk keperluan pribadi maupun komersial.

  2. Screen Printing: Screen printing atau stencil printing adalah jenis cold print di mana tinta ditekan melalui saringan atau stensil pada bahan cetak. Saringan atau stensil biasanya terbuat dari kain khusus atau material sintetis yang tahan terhadap suhu rendah. Screen printing umum digunakan untuk mencetak pada bahan-bahan seperti kertas, karton, plastik, kain, keramik, dan lain-lain. Screen printing sering digunakan untuk mencetak desain dengan warna yang tebal dan tajam pada permukaan bahan cetak.

  3. Transfer Printing: Transfer printing adalah jenis cold print di mana gambar atau teks dicetak pada film transfer atau bahan perekat, kemudian dipindahkan ke bahan cetak dengan tekanan atau pemanasan ringan. Transfer printing umum digunakan pada kain, keramik, kaca, plastik, dan bahan-bahan lainnya. Transfer printing sering digunakan untuk mencetak gambar yang kompleks atau gambar dengan efek khusus pada bahan cetak.

  4. Vinyl Cutting: Vinyl cutting adalah jenis cold print yang menggunakan mesin pemotong khusus untuk memotong vinyl dalam bentuk gambar atau teks, kemudian vinyl tersebut ditempatkan pada bahan cetak. Vinyl cutting umum digunakan untuk mencetak stiker, dekorasi pada kaca atau kendaraan, signage, dan banyak lagi.

  5. Foil Stamping: Foil stamping atau hot foil transfer dapat juga dilakukan dalam bentuk cold print, di mana foil ditempatkan pada bahan cetak tanpa memerlukan pemanasan. Foil ditempatkan pada bahan cetak, kemudian dipindahkan ke bahan cetak menggunakan tekanan atau adhesif khusus. Foil stamping dapat memberikan efek mewah dan mengkilap pada bahan cetak.

Itu tadi adalah beberapa jenis cold print yang umum digunakan dalam industri percetakan. Pemilihan jenis cold print yang tepat tergantung pada jenis bahan cetak, hasil yang diinginkan, dan aplikasi yang diperlukan.

Ada beberapa jenis cat yang umum digunakan untuk cold print, tergantung pada bahan yang akan dicetak. Beberapa jenis cat yang sering digunakan untuk cold print antara lain:

  1. Cat air: Cat air atau akrilik adalah jenis cat yang sering digunakan untuk cold print pada kertas, kain, atau bahan porous lainnya. Cat air memiliki kandungan air yang tinggi dan mudah kering, serta memberikan hasil cetakan yang tahan lama dan tahan terhadap luntur. Cat air biasanya diaplikasikan dengan kuas, spons, atau semprotan air.

  2. Cat solvent: Cat solvent atau cat pelarut adalah jenis cat yang sering digunakan untuk cold print pada bahan non-porous seperti plastik, logam, atau kaca. Cat solvent mengandung pelarut organik yang menguapkan pelarutnya setelah dicetak, meninggalkan lapisan cat yang kering pada permukaan bahan. Cat solvent cenderung memberikan hasil cetakan yang tahan lama dan tahan terhadap cuaca.

  3. Cat enamel: Cat enamel adalah jenis cat yang digunakan untuk cold print pada bahan keramik atau porselen. Cat enamel adalah cat berbasis air atau cat minyak yang kering dan mengeras menjadi lapisan keras dan tahan lama setelah dipanaskan pada suhu tinggi. Cat enamel biasanya diaplikasikan dengan kuas atau dilapiskan pada bahan menggunakan teknik transfer printing.

  4. Cat UV: Cat UV adalah jenis cat yang mengering atau mengeras dengan paparan sinar UV, bukan dengan pemanasan atau pengeringan udara. Cat UV sering digunakan untuk cold print pada bahan non-porous seperti plastik, kaca, atau logam. Cat UV biasanya sangat cepat kering dan memberikan hasil cetakan yang tahan lama serta tahan terhadap sinar UV.

  5. Cat serigrafi: Cat serigrafi adalah jenis cat yang digunakan untuk cold print pada bahan dengan menggunakan teknik serigrafi. Cat serigrafi biasanya digunakan untuk mencetak pada bahan yang tebal, seperti kain, kertas karton, atau panel kayu. Cat serigrafi bisa berbasis air atau berbasis pelarut, tergantung pada bahan dan aplikasi yang diinginkan.

Itu tadi adalah beberapa jenis cat yang sering digunakan untuk cold print. Penting untuk memilih jenis cat yang sesuai dengan bahan yang akan dicetak, teknik cold print yang digunakan, serta hasil dan aplikasi yang diinginkan untuk memastikan hasil cetakan yang optimal.

Scroll to Top